Teknologi Pengolahan Makanan Terbaru 2015

Makanan adalah kebutuhan pokok umat manusia agar tetap dapat mempertahankan kehidupannya. Tanpa makanan manusia akan kelaparan dan tak mampu beraktivitas dengan baik. Saat ini makanan semakin beragam dan tahan lama. Berbeda dengan zaman orang tua kita dimana makanan hari ini adalah apa yang dimasak hari ini. Sekarang bahkan mie instan atau sarden kaleng dapat dimakan tahun depan. Teknologi pengolahan makanan terbaru membawa perubahan bagi cara mengolah makanan dan mengawetkannya agar kualitas bahan dan rasa makanan tetap terjamin walaupun disimpan dalam kurun waktu yang cukup lama.

Teknologi pengolahan makanan terbarupun kini telah lahir dan berkembang secara beragam. Dari mulai cara mengolah makanan sederhana dengan proses pengasinan atau pemanisan yang membuat makanan lebih awet.

Selain itu masih banyak lagi tata pengolahan makanan modern yang menjadikan makanan lebih tahan lama. Dengan menggunakan teknik dan teknologi pengolahan terbaru juga mampu menjadikan makanan dan minuman produk Indonesia dapat dikirim ke luar negeri.

Teknologi pengolahan makanan terbaru banyak membawa kontribusi bagi pelaku industri dan masyarakat Indonesia sendiri sebagai konsumen. Berikut akan dipaparkan bagaimana cara mengelola makanan yang benar dan enak agar tahan lama tahun 2015 ini.

1. Teknik Pegasinan dan Pemanisan

Yang pertama adalah proses pengasinan dan pemanisan. Cara yang satu ini mungkin cara pengolahan dan pengawetan makanan yang paling mudah dilakukan oleh semua orang. Misalnya saja adanya pengasinan telur bebek menjadi telur asin lalu pembuatan berbagai macam manisan buah. Kedua produk tersebut dapat ditemukan dengan mudah di pasar Indonesia. Dengan cara diasinkan atau dimaniskan suatu bahan pangan bisa menjadi lebih awet.


2. Teknik Pemanasan
Selanjutnya adalah pemanasan. Teknologi pengolahan makanan terbaru digunakan karena panas mampu membunuh bakteri dan kuman penyebab penyakit. Jika anda merebus daging maka sebaiknya rebuslah di suhu lebih dari seratus derajat Celcius.

Ada dua jenis pemanasan yaitu pemanasan ringan dan pemanasan berat. Khusus pemanasan ringan atau pasteurisasi biasanya dilakukan pada produk susu kemasan langsung minum yang banyak dijual di warung atau minimarket. Pemanasan berat dilakukan pada kaleng-kaleng sarden atau tuna yang hendak disterilkan ketika proses pengemasan.

3. Teknik Pendinginan


Yang ketiga adalah teknologi pengolahan makanan terbaru berupa pendinginan. Proses pengolahan makanan berupa pendinginan adalah dengan menciptakan kondisi yang kurang nyaman bagi perkembangan dari bakteri atau virus. Akan tetapi tidak semua makanan mampu dimasukkan ke kulkas.

Ada makanan yang harus diklasifikasikan penyimpanannya di dalam kulkas. Misalnya ikan laut tak boleh dimasukkan ke dalam freezer. Hal ini berkebalikan dengan daging yang sebaiknya diletakkan dalam freezer agar lebih tahan lama. Proses pendinginan juga tidak selalu membunuh mikroorganisme berbahaya semisal Toksoplasma atau virus flu burung pada daging ayam.

Demikian artikel Teknologi Pengolahan Makanan Terbaru 2015. Semoga bermanfaat bagi pembaca.
author
Tentang Penulis:

Dwi Kurniawan - Seorang mahasiswa dan pegawai swasta yang gemar membaca.

0 Response to "Teknologi Pengolahan Makanan Terbaru 2015"

Post a Comment

Silahkan berkomentar sesuai dengan topik pembahasan artikel :)